Tips- Trick Jalan-Jalan Murah ( ala backpacker )

Sering banget saya ditanya, “Gimana sih caranya jalan-jalan semurah-murahnya?” Saya pun menjawab sekenanya, “Ke sananya berenang, nginep nebeng temen, dan nggak makan”.
Kalau mau jalan-jalan ya pasti lah kita harus mengeluarkan uang, kecuali dibayarin. Kalau budget mepet, kita bisa meminimalisasi biaya perjalanannya, misalnya dengan naik bus bukan naik taksi, tinggal di hostel bukan di hotel, makan di warung bukan di restoran. Itupun tetap harus mengeluarkan uang, kan? Tapi kalau ingin “semurah-murahnya”, pada umumnya ada empat prinsip dasar:
The closer, the cheaper
Semakin dekat destinasinya, semakin murah biayanya. Ya iyalah yaa! Misalnya kita tinggal di Jakarta, jalan-jalan paling murah ya di dalam kota Jakarta. Murah kedua ke Bekasi, Bogor, Tangerang. Murah ketiga ke propinsi sebelahnya, seperti ke Jawa Barat. Artinya, dengan jarak yang semakin dekat maka ongkos transportasi akan semakin murah. Dan karena dekat itulah mungkin kita tidak perlu menginap sehingga dapat menghemat biaya akomodasi.
Bila perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang, cukup sering terjadi pengecualian, misalnya saat ada tiket promo dari low cost airlines sehingga dari Jakarta terbang ke Bali bisa lebih murah daripada ke Semarang. Tapi bila dalam keadaan normal, destinasi lebih jauh umumnya lebih mahal karena pesawat memakan lebih banyak bahan bakar.
Jadi kalau ada pertanyaan “Jalan-jalan paling murah semurah-murahnya ke mana ya?” jangan sakit hati kalau saya jawab “Main ke tetangga”. Jangan juga bertanya, “Kalau ke Antartika itu mahal nggak ya?” karena jawabannya malah saya akan bertanya balik, “Menurut anda?”


The lighter, the cheaper
Semakin ringan, semakin murah. Maksudnya, ringan barang bawaannya. Kalau mau murah, umumnya kita memilih naik low cost airlines yang biaya bagasinya terpisah dengan harga kursi. Jadi, semakin berat tas kita, maka semakin mahal bayarnya. Paling murah adalah tidak ada tas untuk dimasukkan bagasi, alias cuma bawa tas kabin (di bawah 7 kg). Kedua murah, masuk ke bagasi tapi tidak lebih dari 15 kg, dan seterusnya. Paling mahal adalah ketika harus membayar overweight bagasi (di luar batas maksimal) karena harganya dihitung per kilogram.
Semakin banyak barang yang kita bawa, semakin membuat kita lelah. Bayangin aja kalo kita bawa ransel, harus gendong-gendong ke sana ke mari berhari-hari. Bawa koper beroda juga capek, apalagi ke tempat yang harus turun-naik tangga. Dengan kebanyakan bawa barang, dijamin lebih capek bawanya dan akhirnya menghabiskan lebih banyak uang. Nggak percaya? Misalnya tadinya rencana mau naik MRT, tapi karena malas gotong-gotong gembolan, jadinya malah naik taksi. Tadinya mau angkut koper sendiri ke kamar hotel di lantai dua, tapi karena berat dan capek jadi bayar bellboy untuk ngangkatin. Lebih mahal, kan?
The slower, the cheaper
Semakin lambat, semakin murah. Artinya, semakin lambat sampai di tempat tujuan maka semakin murah biayanya. Jalan kaki, naik sepeda, naik motor, naik mobil, naik kereta, naik pesawat… adalah urutan moda transportasi dari yang paling lambat sampai yang paling cepat, juga urutan moda transportasi dengan biaya dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Begitu juga dengan jenis kapal yang semakin mahal harganya seiring dengan semakin tingginya kecepatan mesin kapal. Intinya, kalau mau lebih cepat sampai ke tempat tujuan, maka biayanya semakin mahal.
Saat waktu liburan yang terbatas, orang jadi terburu-buru mengunjungi banyak tempat dalam satu hari, bahkan kalau bisa satu negara satu hari! Untuk mengejar kunjungan ke segala macam tempat dalam satu hari, tentu akan menggunakan moda transportasi yang lebih cepat – sehingga jatuhnya lebih mahal juga.
Quality comes with the price
Terjemahan bebasnya: ada harga, ada mutu. Kalau mau murah ya jangan ribet deh. Udah tau naik low cost airlines, kalau kursinya lebih sempit ya sudahlah. Namanya juga tinggal hostel, ya udah pasti lebih berisik daripada tinggal di hotel. Dikasih sarapan sedikit, ya namanya juga penginapan murah. Makanya kalau mau jalan-jalan murah itu yang lebih penting disiapkan adalah MENTAL. Udah siap belum menerima ketidaknyamanan ini-itu?
Kecuali Anda punya duit untuk membayar kenyamanan perjalanan, maka keempat prinsip  di atas tidak usah dipikirkan lagi. Tapi kalau masih mau murah ya terimalah ketidaknyamanan, karena murah dan nyaman itu jarang kompakan.
Previous
Next Post »

2 comments

Write comments