Latest Post

Penjualan Tiket KA Tambahan Lebaran Mulai Dijual Hari Ini

Untuk memenuhi tingginya permintaan moda transportasi kereta api (KA) pada masa angkutan Lebaran 2015, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali membuka penjualan tiket KA tambahan Lebaran 2015.
 
Itu dilakukan dengan memaksimalkan seluruh ketersediaan sarana yang dimiliki. Manajer Humas PT KAI Daops 8 Surabaya Sumarsono menjelaskan, penjualan tiket KA tambahan Lebaran 2015 akan dibuka pada 11 Mei 2015 pukul 00.01 untuk keberangkatan 10–16 Juli 2015 (H-7 sampai–H-1).
 Tiket KA, Lebaran, mudik, tiket, pesawat, murah, promo, tambahan, reservasi, pulang kampung, travel, online, wisata tiket

Pemesanan tiket arus alik dibuka pada 18 Mei 2015 pukul 00.01 untuk keberangkatan pada 17–26 Juli 2015 (H1 sampai H2+8).

“Untuk KA tambahan Lebaran 2015, PT KAI Daops 8 Surabaya menyiapkan enam KA yang terdiri atas tiga KA komersial kelas eksekutif dan bisnis serta tiga KA kelas ekonomi subsidi (PSO). Enam KA tersebut memiliki total 3.658 tempat duduk per hari,” papar Sumarsono.

Sumarsono menerangkan, setelah berhasil melakukan pemesanan tiket KA, masyarakat hendaknya segera melakukan pencetakan tiket di mesin cetak tiket mandiri (CTM) yang tersedia di stasiun.

Itu perlu dilakukan untuk menghindari hilangnya struk pembayaran dan antrean panjang pencetakan tiket menjelang keberangkatan KA.

“Pembelian tiket KA tambahan Lebaran dapat dilakukan di contact center 121, website www.tiket.kereta-api.co.id, serta aplikasi KAI Access pada ponsel atau travel online seperti wisatatiket.com . Selain itu, pembelian bisa dilakukan di minimarket, Kantor Pos, Pegadaian, agen resmi tiket KA, mesin e-kiosk, dan berbagai channel resmi lainnya,” papar Sumarsono. Sumber : jpnn .com
 

Indahnya Pengalaman Tak Biasa, Wisata "City Light" Terpopuler Di Indonesia ?

Belum lengkap pengalamanmu tinggal di suatu kota kalau belum pernah menikmati suasana malamnya. Setelah puas berburu kuliner khas di kotamu, kamu bisa mengajak teman atau pacar naik ke atas bukit untuk menikmati city light yang indah dan romantis.
Untungnya di Indonesia ada banyak sekali kota yang punya tempat untuk memandang indahnya kelap-kelip lampu kota dari ketinggian.Ada yang mengharuskanmu untuk membayar, tapi ada juga yang sifatnya gratis. Nah, kalau kamu berencana untuk berburu tempat untuk menyaksikan city light, berikut kami akan mengulas kota-kota yang punya spot citylight terbaik yang bisa kamu datangi:
1. Buktikan sendiri keanggunan cahaya kota dari Bukit Moko. Tanah tinggi di Kota Kembang ini akan membuat perjalananmu selalu terkenang
Bukit Moko Bandung
Bukit Moko Bandung via resafahdila.com
Salah satu spot terkenal di Bandung untuk melihat keindahan city light adalah Bukit Moko. Terletak berada di ketinggian 1.500 mdpl, tempat ini sempurna untukmu yang ingin menikmati keindahan lampu kota. Untuk bisa sampai ke sini kamu dapat melewati tiga jalur yakni jalur Bojong Koneng, Cimuncang, dan terakhir melalui Padasuka.
Tidak hanya bisa melihat indahnya city light saja, kamu juga dapat menikmati aneka kuliner malam yang ada tersedia di warung Daweung. Tentunya akan sangat seru bila memandang landscape Bandung sembari memakan sajian kuliner yang menghangatkan bersama kekasih tercintamu. Mmm, siapa nih yang sudah gak sabar untuk langsung datang ke sini?

2. Nikmati makan malam sembari melihat city light di Kota Bogor, yang keindahannya sudah tersohor

kira-kira ini gambarnya guys
kira-kira ini gambarnya guys via www.pegipegi.com
Berlibur ke kota yang terkenal dengan istilah Kota Hujan ini tidak lengkap jika kamu belum menikmati wisata malam. Salah satu yang patut dicoba adalah memandangi city light dari restoran-restoran yang terletak di kawasan BTM atau Bogor Trade Mall.
Ya, siapa yang tidak akan terkesima jika disajikan pemandangan kota malam hari yang langsung menghadap ke Gunung Salak? Sambil mengisi perut dengan makanan pengunggah selera, kamu bisa sekaligus memanjakan mata dengan pemandangan epik dari atas sana. Tidak hanya cocok dinikmati bersama dia yang kamu sayang saja, suasana ini pun sangat pas jika dilihat bersama keluarga.

3. Jika bosan melewatkan di pantai Pulau Dewata, cobalah menghabiskan waktu berdua di Bukit Jimbaran yang tak kalah syahdu dengan lampu kotanya

Jimbaran Bali
Jimbaran, Bali via blogslacker.com
Romantisme Pulau Bali tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga sampai ke mancanegara. Maka tidak mengherankan kalau banyak pasangan yang menghabiskan waktu berdua untuk merasakan sensasi romantis di pulau ini. Jika biasanya kami akan merekomendasikan berbagai pantai, kini ada Bukit Jimbaran yang bisa memberikan pengalaman berbeda.
Di tempat ini kamu dan pasangan bisa melakukan candle light dinner ditemani dengan suasana Bali yang memang punya aura romantis super maksimal akan membuat pengalaman yang sulit dilupakan. Tempat ini juga sangat pas dijadikan tempat guna melamar kekasih tersayangmu di sana. Sesekali menikmati pengalaman berbeda di Pulau Dewata tentu menjadi pengalaman yang layak untuk dicoba.

4. Puncak pantas digelari ‘bukit seribu cahaya’. Di sini kamu bisa menyaksikan kelip lampu yang luar biasa indahnya

bukit bintang Puncak
bukit bintang Puncak via tridventure.blogspot.com
Terletak tidak jauh dari Jakarta, Puncak adalah daerah ‘pelarian’ yang tepat bagi masyarakat ibukota yang membutuhkan udara segar. Selain untuk mencari suasana berbeda, biasanya orang datang ke daerah tersebut untuk mengajak keluarga mereka mengunjungi Taman Safari.
Tidak hanya bisa untuk bersantai saja, di Puncak juga ada beberapa tempat yang sangat cocok dikunjungi oleh para pemburu city light. Misalnya saja warung kopi yang terletak di daerah Rindu Alam. Di sini kamu bisa menikmati pemandangan lampu kota sembari menyeruput secangkir kopi panas yang nikmat. Suasana dingin khas puncak, city light yang spektakuler, dan minuman panas tentu yang menjadi kolaborasi indah yang bisa kamu nikmati di sana.

5. Masyarakat Batu, Malang, boleh berbangga. Bukit bintangnya punya pemandangan yang super istimewa

Batu Malang
Batu Malang via gabryne.wordpress.com
Popularitas Kota Batu, dalam beberapa waktu terakhir ini, cukup meroket. Sebabnya adalah karena semakin banyaknya tempat wisata yang memang menarik di sana. Jika kamu sudah bosan untuk menjelajahi Batu Night Spectacular atau Secret Zoo, kamu juga bisa mendatangi spot untuk melihat city light yang terletak di daerah Batu.
Di atas sana sajian pemandangan landscape Kota Batu yang indah bisa terlihat dengan jelas. Mulai dari lampu jalan, rumah-rumah, sampai dengan lampu kendaraan yang hilir mudik adalah pemandangan fantastis bisa dinikmati oleh pengunjungnya. Kabar gembiranya lagi, kamu tidak perlu mengeluarkan uang karena keberadaan city lightini belum komersil.

6. Siapa yang mengira bila Kota Jember juga punya spot melihat ‘bintang kota’ yang tak kalah dahsyat?

Jember
Jember via geolocation.ws
Mungkin kamu tidak menyangka bila di Jember juga ada tempat yang menyediakan pemandangan city light super romantis. Tempat ini berlokasi di daerah Rembangan, yang bisa ditempuh kurang lebih 20 menit dari pusat kota. Di sini kamu dapat menikmati pemandangan luar biasa.
Suasana syahdu akan langsung terasa sesaat matamu dapat menangkap pemandangan gemerlap lampu kota dari bukit tersebut. Silakan ajak orang-orang tersayangmu untuk menikmati keindahan lampu di kota asal musisi Anang Hermansyah tersebut.

7. Bukit Bintang di Yogyakarta akan selalu memesona. Kehadirannya membuat Jogja ‘sah’ dicap ‘istimewa’

yogyakarta
yogyakarta via geolocation.ws
Wisatawan manapun yang pernah datang ke Yogyakarta tentu pernah mendengar nama Bukit Bintang. Terletak di daerah Kec. Patuk, Kab. Gunungkidul, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Yogyakarta kamu dapat melihat sajian city light yang luar biasa.
Biasanya pada malam Minggu, tempat wisata ini akan sangat ramai dikunjungi oleh muda mudi yang sedang memadu kasih. Sajian jagung bakar dan minuman hangat tersedia untuk menemanimu menikmati pemandangan city light yang pasti akan memanjakan mata siapa saja yang melihatnya. Sumber : Hipwee. com
Itu tadi tempat-tempat yang bisa dikunjungi jika kamu memang penasaran menikmati indahnya city lightBy the way, kalau punya kesempatan untuk melihat keindahan dan keromantisan citylight di suatu kota kamu mau sama siapa ke sana?
 

Pulau Terindah di Asia : Ko Tao, Thailand

Pantai tak diragukan lagi merupakan salah satu destinasi wisata yang paling disukai saat liburan. Pantai adalah daerah yang eksotik dan penuh pemandangan menarik. Lalu pantai manakah yang dianggap sebagai pantai terindah di Asia pada 2015? Jawabannya, bukan pantai-pantai di Bali atau di Lombok, tetapi pantai terindah se-Asia di tahun 2015 adalah pantai Pulau Ko Tao di Thailand.

pantai, liburan, eksotis, pemandangan indah, asia, terindah, 2015, bali, lombok, pulau, ko tao, thailand, backpacker, Ko Samui, Ko Lanta, Ko Phanga, phuket, hotel,


Penilaian pemegang gelar pantai terindah se-Asia tahun 2015 ini sendiri dilakukan oleh salah satu situs biro perjalanan asal Singapura, Asiaone. Mereka mencari pulau-pulau terbaik berdasarkan jutaan penilaian dari para pengunjung situs ini.

Ko Tao, sebuah pulau indah di wilayah negara Thailand. Pulau-pulau lain yang berada di Thailand dan sudah terlebih dahulu terkenal seperti Ko Samui, Ko Lanta, Ko Phanga, dan Phuket juga termasuk dalam jajaran 10 besar 10 pulau terbaik di Asia.
pantai, liburan, eksotis, pemandangan indah, asia, terindah, 2015, bali, lombok, pulau, ko tao, thailand, backpacker, Ko Samui, Ko Lanta, Ko Phanga, phuket, hotel,

Tak hanya pemandangannya yang indah, pengunjung lokasi-lokasi ini juga bisa menginap di hotel-hotel bintang lima dengan harga terjangkau. Meski fasilitasnya mewah, harga rata-rata menginap di Ko Tao per malam hanya sekitar Rp 800 ribu hingga sekitar Rp 1,1 juta. 

Jika dibandingkan dengan pesaingnya, Lombok, harga menginap di Ko Tao terhitung sangat murah. Resor kelas atas di Lombok rata-rata bertarif sekitar Rp 2,9 juta, dua kali lipat lebih mahal. Boracay dan Palawan, dua lokasi ternama di Filipina juga masih di atas Ko Tao yaitu Rp 1,3 juta dan Rp 1,2 juta per malam. Sumber : travel.kompas. 
 

Danau Lotus Terbesar Kedua di Dunia Ada di Flores


Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan berbagai danau. Ada danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, ada danau vulkanik yang aktif dengan nama Danau Sano Nggoang. Bahkan ada Danau Ranamese yang masuk dalam Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng yang berada di pinggir jalan Transflores Borong-Ruteng.

Pulau, Flores, Nusa Tenggara Timur, NTT, danau tiga warna, Kelimutu, vulkanik, Danau Sano Nggoang, Danau Ranamese, bunga, lotus, wisata lombok, backpacker, wisata indonesia, liburan, wisata tiket,

Selanjutnya, ada sebuah danau di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur yang sangat berbeda dengan danau-danau lainnya. Danau itu adalah Danau Rana Tonjong yang merupakan danau lotus (Nelumbo nucifera) raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau serupa di India.

Dalam dialek Manggarai Timur, 'rana' berarti danau dan 'tonjong' berarti lotus. Danau ini sudah berusia ratusan tahun. Di sekitar danau ini ada persawahan milik masyarakat Pota. Bahkan, bunga lotus ini bisa mekar tergantung air yang masuk ke danau.

Danau ini memiliki luas 2,5 hektar yang selalu mekar pada April-Juni setiap tahun. Bahkan biji lotus ini bisa dimakan oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kadar protein dari biji lotus ini sangat tinggi. Warga sekitar danau ini yang berasal dari warga Kelurahan Pota selalu mengambil buahnya untuk dimakan bahkan anak-anak sekolah juga makan buah lotus.

Demikian dijelaskan Abdullah Masjuban, pegawai harian lepas Dinas Pariwisata Manggarai Timur kepada KompasTravel di Pota, Kamis (9/4/2015).

Masjuban menjelaskan, wisatawan asing dan domestik sudah mengetahui bulan mekarnya lotus ini sehingga setiap tahun mereka berkunjung ke Pota untuk melihat keunikan dan keindahan lotus terbesar kedua di dunia ini.

“Saya yang selalu memandu wisatawan dan tamu yang ingin melihat keindahan danau lotus yang hanya ada di Kabupaten Manggarai Timur, khususnya di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas. Wisatawan asing sudah mengetahui lotus terbesar di wilayah ini. Mereka biasanya datang dari Labuan Bajo atau datang dari Maumere yang dibawa oleh pemandu-pemandu di Pulau Flores,” jelasnya.


Pulau, Flores, Nusa Tenggara Timur, NTT, danau tiga warna, Kelimutu, vulkanik, Danau Sano Nggoang, Danau Ranamese, bunga, lotus, wisata lombok, backpacker, wisata indonesia, liburan, wisata tiket,
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Bunga lotus sedang mekar di Danau Rana Tonjong, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Danau Rana Tonjong merupakan danau lotus raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau lotus serupa di India.

Tim ekspedisi utara yang terdiri dari jurnalis dan pegawai dari beberapa instansi di Kabupaten Manggarai Timur berkunjung ke Danau Rana Tonjong di saat lotus itu sedang mekar. Satu danau yang terbesar di Manggarai Timur dipenuhi oleh bunga-bunga lotus. Tim ekspedisi yang dikhususkan untuk mempromosikan pariwisata di wilayah Utara dari Manggarai Timur takjub dengan keunikan dan keindahan lotus itu.

Tim ekspedisi yang dipandu oleh Staf Humas, Agustinus Supratman serta didampingi sejumlah tenaga harian lepas dari Dinas Pariwisata yang bertugas di Kecamatan Sambirampas berkali-kali memberikan keterangan yang berkaitan dengan keunikan danau tersebut.

Kurang lebih dua jam rombongan mengamati dan memotret keunikan bunga lotus yang sedang mekar. Yang ada dalam diri rombongan adalah keheranan dengan melihat dan menyaksikan sendiri bunga lotus raksasa itu.

“Satu danau besar tumbuh bunga lotus raksasa yang satu-satunya ada di Indonesia, dan berada di Flores. Selama ini wisatawan mancanegara dan domestik selalu mengunjungi danau tiga warna di Moni, Kabupaten Ende, Danau Sano Nggoang di Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat. Kini saatnya wisatawan asing mengunjungi danau lotus terbesar. Wisatawan juga dapat menikmati buah lotus yang bisa dimakan,” tutur Lasarus Gon, salah seorang tim ekspedisi Utara kepada KompasTravel.

Albertus Harianto, wartawan Flores Pos mengaku bangga dengan Kabupaten Manggarai Timur yang memiliki aset pariwisata masih tersembunyi. Berbagai obyek pariwisata tersedia di sembilan kecamatan yang belum dikelola dengan baik berupa wisata bahari, wisata gunung, agrowisata kopi dan cengkeh, serta air terjun.

Mantan wartawan Pos Kupang, yang sekarang menjadi Redaktur Pelaksana Majalah Kabar NTT, Kanis Lina Bana menjelaskan, Kecamatan Sambirampas terkenal dengan Komodo Flores yang sudah diteliti oleh peneliti dari Amerika Serikat yang didampingi almarhum Rofino Kant beberapa tahun lalu.

Pada ekspedisi Komodo Flores di Pota, saya ikut meliput terkait dengan informasi adanya binatang ajaib di Kecamatan Sambirampas. Benar, bahwa beberapa tahun lalu, tim ekspedisi ini melihat dan meneliti keberadaan Komodo Flores di bagian utara Pulau Flores.


Pulau, Flores, Nusa Tenggara Timur, NTT, danau tiga warna, Kelimutu, vulkanik, Danau Sano Nggoang, Danau Ranamese, bunga, lotus, wisata lombok, backpacker, wisata indonesia, liburan, wisata tiket,
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Danau Rana Tonjong di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur merupakan danau lotus raksasa terbesar kedua di dunia setelah danau lotus serupa di India.

“Saya sudah sering menulis pariwisata di Kecamatan Sambirampas. Saya pernah didampingi Kepala Desa Nangambaur, Warkah Jalu untuk berkeliling di beberapa obyek wisata. Kini ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur di era kepala dinas yang baru dengan kerja sama bagian Humas untuk mengundang jurnalis dalam melihat, mengamati dan mempublikasi keunikan-keunikan dari Kecamatan Sambirampas,” jelasnya.

Anggota DPRD Manggarai Timur, Adven Peding mengatakan, butuh kerja sama berbagai pihak untuk mengembangkan dan mempromosikan keunikan-keunikan pariwisata di Manggarai Timur. Selama ini informasi tentang pariwisata di Manggarai Timur masih sangat minim sehingga dunia luar tidak pernah mengetahuinya.

“Saya pikir Manggarai Timur harus memiliki ikon atau branding dalam mempromosikan pariwisata. Jika tidak ada branding yang mengundang wisatawan maka pariwisata di Manggarai Timur tetap berjalan di tempat. Dinas Pariwisata harus kreatif dan memiliki inovasi dalam mengembangkan pariwisata di Manggarai Timur yang tak kalah jauh dengan kabupaten lain di Pulau Flores,” paparnya.

Di balik keunikan dan keindahan pariwisata di Manggarai Timur dibutuhkan infrastruktur jalan yang bagus menuju ke lokasi wisata. Contoh, jalan raya ke Pantai Mbolata, di Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba yang ramai dikunjungi wisatawan domestik dari berbagai kabupaten di Pulau Flores belum diaspal. Ah, betapa uniknya pariwisata di Manggarai Timur. travel.kompas.
 

Sungai Martapura Jadi Magnet Wisata Kota Banjarmasin


PUKUL 05.00 Wita di Kota Banjarmasin, suara azan Subuh berkumandang. Langit masih gelap. Setelah suara azan tidak lagi terdengar, yang terbiasa hidup di zona waktu Indonesia bagian barat biasanya tergoda melanjutkan tidur. Apalagi, pada hari Minggu. Pukul 05.00 Wita di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, masih seperti pukul 04.00 WIB.

sungai, martapura, batu, kecubung, bacan, borneo, kalsel, kalimantan, backpacker, backpacker borneo, adzan, banjarmasin, wisata tiket,
Menara Pandang di taman tepian Sungai Martapura di tengah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu ikon wisata sungai di kota ini. Bangunan yang selesai dibangun Pemerintah Kota Banjarmasin pada 2014 itu menjadi tempat bersantai warga untuk menikmati panorama kota dan sungai.

Setelah subuh setiap hari Minggu, sebagian warga di Kota Banjarmasin umumnya bergegas pergi ke pusat kota. Warga tumpah ruah di ruas-ruas jalan protokol di sekitar Masjid Raya Sabilal Muhtadin, terutama di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Pierre Tendean. Dua ruas jalan yang sejajar dengan Sungai Martapura itu menjadi pusat keramaian pada akhir pekan.

Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat di kedua ruas jalan itu. Ini karena terdapat taman tepian sungai, yang oleh masyarakat setempat disebut siring. Aktivitas mingguan di jalan dan siring adalah olahraga, seperti jalan sehat, joging, senam pagi, dan bersepeda. Tak jarang pula ada kegiatan kampanye suatu produk, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Keramaian pada akhir pekan itu tidak hanya di jalan dan siring, tetapi juga di Sungai Martapura, yang membelah kota. Di sungai itu ada pasar terapung, yang menjual buah-buahan, tanaman, dan aneka makanan dan jajanan tradisional. Selain itu, ada hiburan musik tradisional dan kelotok (perahu bermotor) wisata, yang siap melayani warga menyusuri sungai.

Menurut Hasan Zainuddin, warga Kota Banjarmasin, kegiatan masyarakat di pusat kota baru hidup setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin serius menata Sungai Martapura. ”Beberapa tahun silam, daerah tepian sungai itu merupakan salah satu permukiman padat, sehingga membuat wajah kota terkesan kumuh,” kata Sekretaris Forum Komunitas Hijau (FKH) Banjarmasin itu.

Namun, setelah pemkot menggusur permukiman padat di bantaran sungai dan merelokasi warga, kota ini pun mulai terlihat cantik sesuai dengan klaimnya sebagai Kota Bungas (cantik). Jargon ”Banjarmasin Bungas” yang terpampang di beberapa ruas jalan protokol, hampir tidak terbantahkan jika melihat kota yang berdiri tahun 1526 ini di pusat kota.

Kepala Bidang Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, Khuzaimi, mengatakan, penataan daerah tepian Sungai Martapura di tengah kota dilakukan sejak empat tahun lalu. Kawasan kumuh perlahan-lahan diubah menjadi taman hijau yang asri, sehingga menjadi kawasan wisata sekaligus ruang terbuka bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi, dan bersosialisasi.

Sebagai kawasan wisata sungai berbasis budaya, sejak 2014 setiap akhir pekan, pasar terapung dihadirkan di tengah kota, tanpa menghilangkan pasar terapung tradisional di Muara Sungai Kuin. Tujuh puluh pedagang dikumpulkan untuk berjualan di kawasan siring setiap Minggu. ”Tujuannya agar masyarakat dan pengunjung gampang melihat pasar terapung,” kata Khuzaimi.

Menurut Khuzaimi, pemkot menggelontorkan dana cukup besar untuk membuat kawasan wisata sungai di tengah kota dan menghidupkan pasar terapung. Namun, dana yang dikeluarkan sebanding dengan manfaatnya bagi masyarakat. Bahkan, manfaatnya bagi kehidupan warga kota jauh lebih besar. Setiap Minggu, kalau tidak hujan, pengunjung yang datang ke siring 2.000 sampai 3.000 orang.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kalsel, Aloysius Jono Purwadi, mengatakan, sungai merupakan potensi wisata yang luar biasa di Banjarmasin. Wisata sungai adalah magnet untuk menarik wisatawan datang ke Banjarmasin. Namun, potensi itu cukup lama dibiarkan terbengkalai.

Menurut Purwadi, potensi pariwisata yang bernilai jual tinggi tidak cukup hanya dipromosikan, tetapi harus dibenahi dengan serius sehingga menarik wisatawan untuk datang dan selalu ingin datang kembali.

Terus ditata

Wali Kota Banjarmasin Muhidin mengatakan, pemkot berkomitmen mengembangkan Banjarmasin menjadi kota cerdas, sehat, dan nyaman. Salah satu upayanya ialah dengan terus menata wajah kota agar menjadi lebih hijau. ”Kami ingin menjadikan Banjarmasin sebagai kota cerdas, sehat, dan nyaman dengan kekhasannya sebagai kota sungai,” katanya.

Banjarmasin memang dikenal dengan julukan Kota Seribu Sungai. Menurut catatan Dinas Sumber Daya Air dan Drainase Kota Banjarmasin, terdapat 102 sungai yang melintasi Banjarmasin. Sungai Martapura adalah yang terbilang istimewa. Sungai itu melintas di tengah kota dan seolah-olah membelah Banjarmasin menjadi dua bagian.

Muhidin mengatakan, pemkot berupaya menyelesaikan pembangunan siring di tengah kota. Panjang total siring di sisi timur dan barat Sungai Martapura adalah 6 kilometer. Pemkot juga mulai menata kawasan padat di Jalan Veteran, yang terletak tidak jauh dari siring. ”Daerah Veteran akan menjadi pecinan modern,” ujarnya.

Menurut Khuzaimi, pengembangan wisata berbasis sungai di tengah kota, sangat menunjang perekonomian Banjarmasin. Banjarmasin adalah pusat bisnis. Dengan adanya wisata di tengah kota, pebisnis yang datang ke Banjarmasin diharapkan memperpanjang waktu tinggal, untuk menikmati keindahan kota.

Sebagai warga Kota Banjarmasin, Hasan Zainuddin berharap pemkot tetap memprioritaskan penataan sungai untuk mewujudkan Banjarmasin sebagai kota hijau, sehat, dan nyaman. Kota ini bisa dan harus cerdas dari aspek lingkungan. Orang pun nanti dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia di kota tertua di Kalimantan ini. travel.kompas. 
 

10 Kota Dunia Dengan Hostel Backpacker Termurah

10 Kota Dunia Dengan Hostel Backpacker TermurahMenginap di hostel merupakan salah satu cara untuk mengirit pengeluaran akomodasi selama traveling. Di antara berbagai kota besar di dunia, setidaknya ada 10 kota dunia yang memiliki biaya hostel backpacker termurah.

Adalah Numbeo, situs database terbesar dunia untuk data kontribusi user terkait harga dan biaya, membuat penelitian Cost of Living Index for Country 2015. Riset ini mengungkapkan 119 negara dengan kota yang memiliki biaya hostel backpacker murah, yaitu Backpacker Hostel Index.

Dilongok detikTravel dari situs resminya, Kamis (15/4/2015) Numbeo berpatok pada harga menginap di hostel backpacker di Kota New York, AS, dengan nilai 100 persen. Kota dunia yang indexnya di bawah 100 persen, artinya lebih murah. Maka, kita mendapatkan 10 kota dunia dengan biaya hostel backpacker yang termurah.

Berdasarkan index yang ada di situs Numbeo, disebutkan kalau Kota Madrid di Spanyol dan Roma di Italia memiliki persentase biaya Hostel Backpacker yang paling murah di dunia. Persentase biaya menginap di Madrid dan Roma hanya 2,08%-nya dibandingkan menginap di hostel backpacker di Kota New York.

Selain Madrid dan Roma, masih ada 8 kota dengan biaya menginap di hostel backpacker paling murah di dunia menurut Numbeo. Indeks disebutkan dalam satuan persen:

1. Madrid, Spanyol (2,08%)
2. Roma, Italia (2,08%)
3. Cordoba, Spanyol (6,25%)
4. Istanbul, Turki (6,25%)
5. Kathmandu, Nepal (10,42%)
6. Ottawa, Kanada (10,42%)
7. Bristol, Inggris (12,50%)
8. Ahmedabad, India (17,44%)
9. Dublin, Irlandia (18,75%)
10. Barcelona, Spanyol (35,42%)


Ilustrasi Thinkstock - travel.detik
 

9 Hal Baik Inilah yang Akan Kamu Rasakan, Ketika Kamu Berani Berlibur Tanpa Smartphone

Di era modern seperti sekarang, smartphone sudah menjadi kebutuhan primer, sama seperti makanan dan kamar kost. Produk teknologi ini memang sangat memudahkan hidup manusia di segala aspek, sih. Kemanapun kita pergi, kita gak pernah lupa membawanya. Termasuk saat traveling.
Liburan tanpa smartphone tuh rasanya insecurebanget. Soalnya begitu banyak hal yang memudahkanmu ada di sana, mulai dari aplikasi peta navigasi, booking hotel, penerjemah bahasa, sampai media sosial untuk berbagi momen selama perjalanan.
Tapi gak ada salahnya kok kamu mencoba jalan-jalan tanpa benda keramat itu. Istilah kerennya, digital detox. Mungkin awalnya memang terlihat susah. Tapi ketika kamu benar-benar melaksanakannya, justru hal-hal baik ini yang akan kamu rasakan:
1. Tanpa smartphone dalam genggaman, kamu akan terbebas dari arus informasi yang saling menyanggah dan ujung-ujungnya membingungkan
Tenggelam dalam arus informasi
Tenggelam dalam arus informasi via www.thevisualstoryteller.net
Coba deh kamu bayangkan, berapa jam sehari yang kamu habiskan untuk tenggelam dalam linimasa media sosial, portal berita online, maupun kanal informasi lainnya. Tanpa disadari, gempuran arus informasi yang sangat cepat berseliweran di smartphonemu itu bikin kamu “kelebihan informasi” atau information overload, apalagi sebagian besar informasi yang masuk itu gak benar-benar penting.
Nah, liburan adalah saatnya kabur sejenak dari arus informasi yang gak terbatas ini. Tanpa smartphone, kamu bisa lebih fokus dalam menikmati liburanmu.
2. Kamu bisa berkonsentrasi penuh pada traveling-mu. Gak perlu sibuk cari colokan atau WiFi karena kamu gak butuh semua itu
Melepaskan diri dari belenggu macam ini
Melepaskan diri dari belenggu macam ini via www.thevisualstoryteller.net
Tanpa kita sadari, smartphone membelenggu kita dengan beragam cara. nah, dengan meninggalkannya di rumah selama liburan, kamu akan benar-benar merasa bebas. Bebas dari arus informasi yang gak ada habisnya, bebas dari kebutuhan akan sinyal wifi, kuota internet, sampai colokan listrik serta powerbank buat ngisi ulang daya smartphonemu. Alhasil, kamu pun akhirnya bisa menikmati pengalaman liburan yang berkualitas dan berbeda dari biasanya.
3. Smartphone memang menawarkan kemudahan. Tapi, tanpa itu perjalananmu justru akan semakin menantang
Mencoba traveling yang lebih menantang tanpa aplikasi ini
Mencoba traveling yang lebih menantang tanpa aplikasi ini via galleryhip.com
Tanpa smartphone berarti kamu mesti liburan tanpa teknologi. Gak ada peta digital, gak ada aplikasi booking hotel, dan tentu saja gak ada Mbah Google yang selalu kamu andalkan. Bagi banyak orang, hal ini merepotkan dan bikin kuatir.
Tapi, coba deh lihat dari sudut pandang yang berbeda: liburanmu bakal jadi lebih seru dan menantang. Toh, orang tuamu serta orang-orang di era 10-20 tahun yang lalu juga dulu bisa tetap menikmati liburan meski tanpa smartphone, tuh. Anggap aja kamu menikmati liburan ala orang zaman dulu.
4. Tanpa peta dan navigasi digital, kamu akan lebih peka dalam membaca peta dan menentukan arah
Membaca peta dan memahami arah
Membaca peta dan memahami arah via www.huffingtonpost.com
Peta dan navigasi digital yang dimiliki smartphone memang memudahkan kita untuk menuju ke suatu tempat. Tapi, ketergantungan terhadap teknologi itu hanya akan melemahkan sense of direction atau kemampuan membaca arah yang kita punyai.
Alih-alih terus memanfaatkan peta digital, gak ada salahnya membawa peta betulan, menandai tempat-tempat yang mau kamu kunjungi di sana, dan memperhatikan setiap petunjuk jalan dengan fokus. Dengan begitu, kamu gak akan mudah kehilangansense of direction ini.
5. Memutuskan diri sejenak dari interaksi dunia maya akan membuatmu terkoneksi lebih baik dengan orang-orang yang kamu temui di dunia nyata
Terkoneksi dengan orang-orang di sekitarmu
Terkoneksi dengan orang-orang di sekitarmu via startupdope.com
Ya, liburan adalah saatnya memutuskan diri sejenak dari interaksi dunia maya yang selama ini terhubung denganmu. Tanpa smartphone yang mendistraksi, kamu akan lebih mudah terkoneksi dengan orang-orang yang ada di sekitarmu. Kamu bisa berkenalan, ngobrol, dan seru-seruan dengan warga lokal atau sesama traveler tanpa harus harus terganggu oleh notifikasi di Facebook.
6. Mau gak mau, kamu mesti menanggalkan keinginan untuk pamer lewat media sosial
Lupakan Instagram sejenak
Lupakan keinginan mengunggah foto ke Instagram barang sejenak via www.threadsuk.com
Pamer di media sosial kayaknya menjadi salah satu “penyakitnya” anak muda zaman sekarang. Makan enak di restoran apa, upload. Lagi jalan-jalan ke pantai apa, upload. Alih-alih menikmati apa yang ada di depan mata, akhirnya kamu justru terlalu sibuk update status dan mengunggah foto ke medsos macam Path dan Instagram dan mantengin berapa jumlah likes yang kamu dapat.
Tanpa adanya smartphone di tanganmu, mau gak mau kamu mesti menganggalkan kebiasaan ini. Tapi tenang, liburanmu gak akan jadi membosankan, kok. Kamu bisa bersantai, baca buku, jalan-jalan, ajojing di bar, atau bahkan ngajak kenalan seseorang, siapa tahu ketemu jodoh!
7. Dengan meninggalkan smartphone barang sejenak, kamu punya kesempatan untuk lebih mengenal dirimu sendiri
Menikmati waktu untuk diri sendiri
Menikmati waktu untuk diri sendiri via www.worldofwanderlust.com
Me-time atau waktu berkualitas yang kamu tujukan untuk dirimu sendiri itu penting lho. Selain sebagai waktu merenung, kamu juga jadi punya kesempatan untuk mengenal dirimu sendiri lebih jauh. Ya, gak cuma orang lain yang bisa diajak kenalan, dirimu pun bisa ajak bermonolog demi mengetahui lebih jauh tentang dirimu sendiri. Semua ini tentu mustahil bila ada smartphone yagn selalu menjadi pelarian di saat kamu sedang gak ngapa-ngapain.
8. Survive traveling tanpa smartphone adalah bukti bahwa kamu tetap smart meski tanpa smartphone
Tetap smart meski tanpa smartphone
Tetap smart meski tanpa smartphone via saintsonaplane.com
Smartphonemu tuh bukan otakmu, lho. Tanpa itu, kamu masih bisa tetap berfungsi, kok. Justru, sesekali benda perlu enyah dari dirimu, agar kamu bisa benar-benar berfungsi sebagai manusia lewat indera-indera yang kamu miliki. Lagian, lebih asyik mana sih, liburan tapi gak menikmati setiap detilnya gara-gara smartphone, atau benar-benar meresapi setiap pengalaman yang kamu temui dengan segala indera di tubuhmu?
Menikmati setiap momen dan mengenangnya dalam benak—bukan lewat status, check-in, maupun unggah foto ke media sosial—adalah buktinya bahwa kamu tetapsmart meski tanpa smartphone.
9. Di tempat-tempat liburan yang terpencil, sinyal tuh susah. Jadi, buat apa bawa smartphone?
Gak perlu repot-repot cari sinyal
Gak perlu repot-repot cari sinyal via proof.nationalgeographic.com
Bagi yang suka liburan ke daerah-daerah terpencil kayak gunung, pantai, dan pulau-pulau eksotis, liburan tanpa smartphone harusnya bukan hal yang sulit buat kamu. Ya, soalnya biasanya di tempat-tempat terpencil tuh sinyal cukup susah didapat. Daripada terdistraksi gara-gara bolak-balik ngecek sinyal, mendingan tinggal aja deh di rumah! hipwee
Nah, itu dia beberapa alasan kenapa kamu mesti mencoba jalan-jalan tanpa smartphone sesekali. Kalau kamu mau menambahkan pendapatmu sendiri, yuk, langsung coret-coret aja di kolom komentar.
 
 
Support : Creating Website | Johny Template |
Copyright © 2014. Backpacker, Liburan, Wisata, Tiket Online, Tiket Promo, Air Asia, Lion Air, Garuda, Sriwijaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Muhadis
Proudly powered by Blogger