Latest Post

Peta Mudik Terbaru Pulau Jawa, Madura dan Bali

Hore.. Mudik lebaran sebentar lagi tiba, jadi tak sabar pengen pulang kampung. Tak terasa sudah satu tahun tidak bertemu dengan keluarga, kerabat dan teman-teman kampung halaman. 

Mudik merupakan ritual wajib bagi perantau khususnya bagi mereka yang hijrah ke kota-kota besar  dengan alasan peningkatan ekonomi keluarga, saat lebaran dan liburan tiba semua umat manusia di nusantara ini sebagian besar melakukan ritual ini (mudik). 

Tak hanya di indonesia bahkan teman-teman kita yang di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, Thailand, Bahkan Singapura pun melakukan hal yang sama berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. 

Di era modern ini alat transportasi sanganlah mudah, kita bisa menggunakan sepeda motor, mobil, bis, kereta, kapal laut bahkan pesawat terbang. Jangankan harga tiket pesawat terbang yang mahal, para pemudik pun rela "menerima" resiko tinggi mudik dengan sepeda motor atau mobil pribadi demi untuk bertemu dengan keluarga di hari lebaran nanti.

Bagi anda yang belum mendapatkan tiket mudik kami sarankan untuk sesegera reservasi tiket melalui travel agen langganan anda atau bisa melalui situs travel online seperti : wisatalintasindonesia.com, utiket.com, tiket.com, wego.co.id, dsb. 

Bagi anda yang terbiasa mudik dengan fasilitas pribadi melaluli jalur darat, berikut peta mudik terbaru 2014 Pulau Jawa, Madura dan Bali. 

KLIK GAMBAR UNTUK PERBESAR

Peta Mudik, Peta Liburan, Peta wisata, peta mudik jalur selatan, peta mudik jalur pantura, peta mudik pulau jawa, peta mudik pulau madura, peta mudik pulau bali, denpasar, semarang, bandung, cirebon, jogja, solo, surabaya, malang,

 

Pesona Luar Biasa Berlibur ke Raja Ampat


Pesona Raja Ampat mampu mencuri perhatian dunia. Destinasi ini memang belum banyak dieksplor oleh wisatawan dalam negeri. Kini, beberapa pilihan akomodasi bermunculan di Raja Ampat, Papua Barat. Salah satunya adalah resor mewah, The Cove. 


“Raja Ampat sendiri menyajikan keragaman kehidupan laut tertinggi di dunia, hampir 75 persen dari semua spesies laut ada di sini. Hal ini membuat Raja Ampat masuk dalam 10 besar destinasi wisata dunia karena menawarkan pemandangan yang disajikan secara eksotis dalam gugusan pulau-pulau kecil yang diapit oleh empat pulau besar," ungkap Direktur The Cove Jeanny seperti termuat dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.



Raja Ampat, Resort, Mewah, wisata Papua, wisata alam, wisata pantai, backpacker, backpacker ke raja ampat, Papua barat, wisata populer, wisata indonesia,

Saat ini, lanjutnya, Raja Ampat dikunjungi sekitar 15 ribu turis setiap tahunnya. Pariwisata di Raja Ampat juga terus tumbuh hingga 40 persen per tahun. Padahal resor yang ditawarkan di sini baru mencapai 13 resor. 



"Ditambah, kemudahan akses penerbangan ke Sorong membuat Raja Ampat lebih mudah diakses baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara," tutur Jeanny.



The Cove didesain untuk wisatawan yang menginginkan akomodasi mewah dan memberikan sensasi memiliki pantai serta pulau pribadi. Selain itu, pengelolaan dan desain resor juga diinspirasi oleh konsep ramah lingkungan (eco-friendly).



The Cove memiliki 390 unit Luxury Resort. Berbeda dengan akomodasi pada umumnya, resor ini menawarkan konsep keuntungan pemilik VIP di Raja Ampat. Pemilik VIP bisa berinvestasi untuk memiliki unit di The Cove. 
“The Cove memberikan penawaran investasi 35.000 dolar AS per unit,” jelas Jeanny.
Investasi per unit ini berlaku empat minggu per tahun, selama 30 tahun. Serangkaian tawaran menarik bebas biaya juga menjadi nilai tambah dari investasi ini seperti layanan VIP Yacht Sorong - The Cove (PP), penggunaan Yacht untuk Sunset Dinner, layanan  olahraga air tanpa batas, layanan pijat, dan belajar diving untuk anak-anak. 



Selain itu, investor juga dapat  meminjamkan keanggotaan pada teman atau keluarga tanpa biaya tambahan. Area resor menawarkan 30 vila berukuran 60 meter persegi lengkap dengan pendingin udara dan mata air segar.



Fasilitas yang ditawarkan adalah fasilitas diving center dan helipad. Olahraga air yang ada di resort ini mulai dari 18 meter Yacht, diving boats, glass bottom boat, sailing boats, speed boat, kayak, peralatan snorkling, peralatan menyelam, dan peralatan memancing. 



Fasilitas lain yang juga ditawarkan antara lain Sertifikasi Diving, Swasta Jungle Trekking, penangkapan ikan, dan menanam karang dan mangrove. Ada pula kelas petualangan untuk anak-anak dan dewasa.
The Cove sendiri berada di teluk Pulau Yeben, pulau yang dijuluki “Cermin Samudra” karena kejernihan air dan pantainya. Pulau seluas 500 ribu meter persegi ini menyajikan pantai berpasir putih, vegetasi mangrove, dan hutan satwa liar. 



Lokasi ini menjadikan The Cove terlindung dari angin yang bertiup dari Samudra Pasifik sehingga memungkinkan untuk dibuka sepanjang tahun dengan suhu rata-rata 32-34 derajat Celcius. Akses menuju The Cove juga cukup mudah, pengunjung cukup menempuh perjalanan dua jam dari Sorong dengan menggunakan Yacht. 



The Cove juga memiliki tempat menyelam sendiri di Pulau Yeben yang berdekatan dengan tempat menyelam lainnya. Letak The Cove yang strategis membuat pengunjung hanya perlu waktu lima menit untuk sampai di Manta Ray dan 15 menit ke Mansuar Island
 

Arti di Balik Nama Kampung di Yogyakarta

Jika tempo hari kita telah mengenal nama – nama unik jalanan di Yogyakarta, kini saatnya menelaah makna dari berbagai nama daerah di kota pelajar ini. Sebelum membahas kampung – kampungnya, mari kita tengok dulu asal – usul nama Jogja !

5867197_20131210044820Menurut sejarahnya, nama Yogyakarta yang Anda kenal sekarang ini merupakan pemberian dari Pakubuwono II, raja Mataram, yang juga kakak dari Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I).

Lewat perjanjian Gianti pada tanggal 15 Februari 1755, kerajaan Mataram dibagi dua, dan salah satunya menjadi milik Sultan HB I.
Setelah diangkat menjadi raja, Hamengku Buwono I mencari lokasi untuk didirikan istana. Pilihan jatuh di Garjitawati, kawasan hutan atau alas Beringan (kini Beringharjo), sehingga istananya disebut Pasanggrahan Garjitawati. Seiring waktu, nama istana tersebut diganti Ayogya atau Ngayogya oleh Pakubuwono II. Nama tersebut disinyalir terinspirasi dari kisah Ramayana. Perlu Anda ketahui bahwasannya dalam epos Ramayana, Ayodhya adalah kerajaan dari Sri Rama atau Dewa Wisnu. Secara umum, Ngayogya bermakna kota yang makmur.

Nah di kawasan kota Jogja terdapat perkampungan, beberapa yang memiliki nama unik terletak di kawasan kraton. Biasanya digolongkan menjadi kampung jeron beteng (di dalam lingkup benteng kraton) dan jaba beteng (di luar benteng).

Salah satu kampung jeron beteng yang bernama unik adalah Patehan. Permukiman warga ini diberi nama Patehan karena dihuni oleh para abdi dalem pembuat teh. Kemudian ada juga Siliran, kampung ini menjadi tempat tinggal abdi dalem Silir yang bertugas menyalakan lampu penerangan di area kraton.

Sedangkan bagi abdi dalem yang memiliki kewajiban menabuh gamelan, ditempatkan di kampung Namburan dan Nagan. Mengapa tidak ditempatkan di kampung Gamelan yang juga notabene juga berada di kawasan kraton ? Sebab ternyata kampung Gamelan tersebut dihuni abdi dalem pembuat tapal kuda.

Masih ada satu lagi, kampung Mantrigawen. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata mantri gawe, kampung ini menjadi permukiman para kepala pegawai kraton.
Lanjut ke kawasan jaba beteng. Secara umum, nama perkampungan di sini dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni pertama, sesuai dengan jabatan penghuni dan kedua disamakan dengan nama kompi prajurit.

3081218841_d86b013bc3_zMisalnya, kampung Pajeksan yang didiami para jaksa, dan juga Gowongan, kampung tukang bangunan. Sedangkan yang sesuai nama keprajuritan kraton, ada kampung Prawirotaman, Wirobrajan, Patangpuluhan serta Jogokaryan. Pasukan – pasukan ini masih bisa Anda jumpai pada berbagai upacara kraton, seperti grebeg mulud dan juga pernikahan putri Sultan.

Tak ketinggalan pula kampung – kampung bernilai historis lainnya di Yogyakarta, baik yang ada di dalam maupun di luar benteng. Diantaranya adalah Juminahan, Wijilan, Pringgokusuman, Sosrowijayan, Wongsodirjan, Suryonegaran dan Mondorakan. Secara berturut – turut, kampung tersebut merupakan tempat tinggal Pangeran Juminah, Pangeran Wijil, Tumenggung Pringgokusuma, Tumenggung Sosrowijaya, Tumenggung Wongsodirjo, Tumenggung Suryonegara, serta Tumenggung Mondoroko. Kemudian juga ada kampung Kauman yang konon menjadi hunian para ulama (kaum adalah bahasa Jawa untuk menyebut ulama), maka tak heran di sini dapat Anda temukan Masjid Kauman yang tersohor.

Jangan lupakan kampung – kampung yang dihuni beberapa etnis tertentu seperti Pecinan (Tionghoa), Sayidan (Arab), dan Menduran (Madura). Sedangkan ekspatriat Eropa memilih untuk menempati daerah Sagan, Kotabaru dan Jalan Solo. Anda pun bisa menjumpai rumah – rumah khas benua biru di tiga kawasan tersebut. (yogyakarta.panduanwisata).

Apakah Anda tertarik blusukan ke daerah – daerah di atas ?

Peta Yogyakarta
 

Wisata Jogja : Pantai Jungwok, Sang Perawan di Ujung Yogyakarta

Yogyakarta tak henti-hentinya menawarkan keindahannya. Tidak hanya kekayaan budaya, tapi juga alamnya. Salah satu kekayaan alam Yogyakarta adalah pantainya. Di Gunungkidul saja, terdapat 52 pantai yang terkenal kesohor karena keindahannya, Sebut saja, Pantai Sundak, Krakal, Wediombo, Indrayanti, Sadeng, Baron, dan masih banyak pantai lainya. 
Dari banyak pantai itu, ada satu pantai yang belum terlalu banyak dikunjungi wisatawan, yaitu Pantai Jungwok. Bukan hanya namanya yang terdengar asing, pantai yang berdekatan dengan Pantai Wediombo ini memang cukup sulit diakses; pengunjung perlu berjalan kaki melewati pematang sawah warga. Kadang jalanan becek dan berlumpur menghadang di sepanjang jalan.  Beberapa pengunjung yang berjiwa petualang sejati sengaja membawa tenda untuk bermalam di pantai Jungwok.
Sekitar satu jam berjalan kaki dari Pantai Wediombo memang cukup menguras keringat, tapi semuanya terobati dengan keindahan alam yang bisa disaksikan di sepanjang perjalanan. Hijaunya tumbuhan dan persawahan Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul menyegarkan mata. Warga yang menyapa ramah dan kicau riang burung akan segera menghapus kelelahan.
Dan rasa lelah itu akan hilang sempurna ketika pantai sudah mulai terlihat. Karena akses jalan yang terbilang cukup sulit, tak heran jika pantai ini masih perawan. Seakan, seluruh Pantai Jungwok adalah pantai pribadi kita, yang bisa kita nikmati sepuasnya, hehehe.
wisata jogja, Pantai, Pantai Jungwok, Perawan, Yogyakarta, Gunungkidul, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Backpacker ke Jogja, wisata alam, Pantai,
Pantai Jungwok yang berbatu karang di pinggir pantai pasir putih ini mempunyai keindahan di atas –rata-rata: Sedikit menjorok dari bibir pantai terdapat batu karang menjulang besar yang ditumbuhi tumbuhan hijau di bagian atasnya, yang oleh warga sekitar disebut Watutopi (bahasa Jawa, yang berarti “batu topi”). Warga sekitar kerap memanjat batu ini dan memancing dari sana.
Tidak seperti pantai tetangganya, seperti Pantai Indrayanti, yang dipadati pengunjung, bisa jadi hanya ada Anda sendiri manusia di pantai ini, atau ada juga beberapa orang pengunjung lain, tapi tidak berjubel. Maka jangan harap Anda bisa membeli cenderamata kaos, topi atau kacamata hitam, apalagi penginapan! 
wisata jogja, Pantai, Pantai Jungwok, Perawan, Yogyakarta, Gunungkidul, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Backpacker ke Jogja, wisata alam, Pantai,
Hal itu juga yang membuat pantai ini relatif bersih, bebas sampah kantong plastik atau kemasan makanan ringan. Biota laut di Pantai Jungwok juga sangat beragam dan indah. Ikan-ikan kecil berenang-renang di antara batuan karang. Beberapa terlihat rumput laut yang juga hidup subur di air yang jernih. Seringkali terlihat kelomang dan landak laut.
Di beberapa bagian pantai merupakan perairan dangkal dengan pantai yang landai, sehingga Anda bisa puas bermain air, apalagi airnya juga masih jernih. Tapi ingat, pantai ini belum dilengkapi dengan fasilitas keamanan dan keselamatan, misalnya penjaga pantai, dan juga lokasinya yang terisolasi. Sebab itu, Anda wajib terus waspada dan berhati-hati.
wisata jogja, Pantai, Pantai Jungwok, Perawan, Yogyakarta, Gunungkidul, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Backpacker ke Jogja, wisata alam, Pantai,
Oh iya, ada tips lain: pastikan perbekalan logistik memadai, karena Anda sedang berada di antah berantah yang kalau kehabisan minum pun harus berjalan jauh kembali ke titik awal Anda berangkat.  Tidak lupa makanan, dan juga perbekalan P3K.
Sebelum berjalan kaki ke Pantai Jungwok, ada baiknya Anda menggunakan alas kaki yang cocok untuk memanjat tebing dan melalui jalanan lumpur, karena di beberapa titik Anda akan menghadapi “rintangan” itu.
wisata jogja, Pantai, Pantai Jungwok, Perawan, Yogyakarta, Gunungkidul, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Backpacker ke Jogja, wisata alam, Pantai,
Ayo temukan Pantai Jungwok, Yogyakarta dan bersenang-senanglah! Ke Jogja, Tiket mulai dari Rp 200rban hanya di wisatalintasindonesia.com
click here
 

Wisata Spanyol : Ke Ibiza tak sekadar clubbing

Ibiza identik dengan pesta. Pulau ketiga terbesar di gugus Kepulauan Balearic yang berada di Laut Meditterania ini memang tak bisa dilepaskan dari pantai, ingar bingar musik trance, dan clubbing semalam suntuk. Deretan DJ ternama dunia kerap tampil di klub-klub besar yang ada di sini. Musim panas adalah waktu yang paling banyak dipilih oleh wisatawan untuk berkunjung ke Ibiza.
Bagi yang tak suka clubbing, jangan khawatir, Ibiza bisa tetap dinikmati secara utuh. Meskipun pilihan umum adalah menikmati pantai-pantai yang ada, berikut adalah rekomendasi tempat yang bisa kamu kunjungi saat berada di Ibiza.

Menara Torre d’en Valls

Menara yang tampak seperti benteng ini dibangun antara abad ke-16 dan 18 ini dulunya berfugnsi sebagai menara pengawas. Pengawas yang bertugas akan mengirimkan sinyal api atau asap jika melihat kapal perompak yang berlayar mengarah ke Ibiza.
Torre d’en Valls adalah satu dari sembilan menara yang ada di sepanjang garis pantai Ibiza. Wujudnya mirip dengan menara Benteng Martello di pesisir Inggris. Tinggi menara 8,5 meter dengan keliling mencapai 13 meter. Dari puncak menara, kita bisa melihat Pulau Es Vedra yang terletak persis di seberang menara ini.
Seperti bangunan militer kelas II pada umumnya, menara ini dilengkapi dengan seperagkat senjata, antara lain senapan, bubuk mesiu, dan meriam berukuran kecil.

Pantai Cala d’Hort

Cala d’Hort adalah salah satu pantai dengan pemandangan terbaik di Ibiza. Tak perlu ditanya bagaimana ramainya suasana pantai ini saat peak season, musim panas. Garis pantainya sepanjang 150 meter, dengan pasir putih yang tampak kontras dengan air laut yang berwarna biru. Dari pantai ini, Pulau Es Vedra yang berada di seberang tampak jelas.

Kota Tua D’Alt Vila

Kota Tua D’Atl Vila merupakan salah satu situs warisan dunia versi UNESCO yang menyimpan tak hanya sejarah, namun juga misteri dan penemuan-penemuan dalam rentang 2.500 tahun.
Untuk masuk ke kawasan ini setiap pengunjung akan melintasi jembatan melalui Portal de Ses Taules, diapit patung-patung batu Romawi yang membawa kita masuk ke halaman bebatuan kuno yang bermuara ke alun-alun utama Plaza de Vila. Menelusuri jalan kota tua D’Alt Vila dan menikmati panorama Di kawasan ini juga terdapat museum arkeologi yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dari era Kartago. Museo Puig des Molins merupakan salah satu rumah bagi koleksi artefak Romawi yang mengesankan.

Pantai Cala Salada

Pantai Cala Salada dapat ditempuh dengan berkendara sekitar 15 menit dari San Antonio. Garis pantainya sepanjang 200 meter dan dengan lebar 5 – 30 meter. Pantai yang dikelilingi oleh hutan pinus ini digemari pengunjung karena airnya sebening kristal. Tempat yang sempurna untuk berenang dan melakukan aktivitas air lainnya. Para pemilik kapal pribadi juga senang berlayar ke perairan ini, mengingat kondisinya yang cukup sepi karena kapal komersial tidak diizinkan masuk.

Gua Can Marça

Rasakan sensasi bawah tanah Ibiza dengan menelusuri Gua Can Marça yang terletak di sebelah utara pulau. Awalnya gua ini dimanfaatkan para penyelundup untuk menyembunyikan barang-barang selundupan, dan baru dibuka untuk umum pada tahun ’80-an.
Gua Can Marça berada pada ketinggian 12-14 meter di atas permukaan laut. Usianya mencapai 100.000 tahun dan telah melaui berbagai fenomena alam yang ekstrem, seperti zaman es dan gelombang panas hebat. Hampir menjadi gua fosil, kecuali area terdalam dimana tetesan air hujan yang berhasil tembus membentuk stalaktit dan satalkmit yang menawan.
Tulang belulang hewan pengerat yang telah punah pernah ditemukan di dalam gua ini. Tulang-tulang tersebut dibawa ke Natural History Museum untuk melengkapi koleksi di bagian daratan Mediterrania. (wego). 
 

Wisata Sumatera Utara "Air Terjun Dua Warna Sibolangit"

Sumatera Utara punya banyak air terjun dengan segala keunikannya. Misalnya di Sibolangit. Salah satu air terjun yang lagi hits di kalangan pelancong dan jadi tujuan favorit di sana ialah Air Terjun Dua Warna.
Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Wisata Sumatera, Sumatera Utara, Gunung Sibayak, Pulau Sempu, air terjun, wisata alam, alami,
Bukti cakepnya Air Terjun Dua Warna. FOTO: Flickr/Ismail Rahmat Batubara
Air Terjun Dua Warna sengaja dinamai seperti itu. Sebab air terjun ini memang memiliki air yang berwarna ganda. Yaitu biru muda dan bening keabu-abuan. Gradasi warna tersebut berpadu dengan hijaunya tebing-tebing batu berlumut. Makanya penampakan air terjun terlihat impresif dari kejauhan.
Tapi, jangan hanya menikmati keunikannya secara visual saja. Kamu harus berenang juga supaya tahu bahwa telaga dari dua air terjun tersebut punya  dua suhu. Untuk air yang berwarna biru muda, suhu airnya terasa dingin. Sedangkan yang bening, lebih terasa hangat di kulit.
Bener-bener unik! Keunikan tersebut berasal dari kandungan fosfor dan belerang  air sungai yang sumbernya berada di Gunung Sibayak.
Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Wisata Sumatera, Sumatera Utara, Gunung Sibayak, Pulau Sempu, air terjun, wisata alam, alami,
Aliran air terjun puya dua warna. Bening dan biru muda. FOTO: Flickr.com/BangBeni

Trekking ke Air Terjun Dua Warna

Air Terjun Dua Warna berada di tengah-tengah Hutan Sibolangit. Nah, kamu masuk hutan ini melalui Bumi Perkemahan Sibolangit. Kamu akan didampingi seorang ranger menjelajahi hutan. Oh ya, hutan ini, pada zaman Belanda, merupakan sebuah kebun raya yang menjadi cabang dari Kebun Raya Bogor.
Perjalanan membelah Hutan Sibolangit bisa dikatakan serupa dengan perjalanan menuju Laguna di Pulau Sempu: bermandikan keringat dan air mata. Kondisi tanah di Hutan Sibolangit seperti punya karakter serupa, yaitu rentan becek saat musim hujan dan menimbulkan genangan yang berlumpur. Jadi, siap kotor lah ya!
Belum lagi, kamu akan dihadapkan pada tebing-tebing batu yang mau-enggak-mau harus kamu daki,  serta sebuah jurang yang harus kamu turuni. Kalau enggak kuat pendirian, bisa-bisa balik kanan, pulang. Terdengar capek memang, tapi nikmatin saja petualangan membelah rimba tersebut dengan mendengarkan cerita-cerita seru seputar hutan dan air terjun dari sang ranger. Pasti deh enggak akan terasa udah jalan kaki 3 jam. Untuk antisipasi kelelahan, enggak ada ruginya menyiapkan stamina fisik jauh-jauh hari.
Nanti, kalau sudah sampai, kedengeran juga kok suara gemuruh air! Itu tandanya kamu sudah boleh bilang “akhirnya sampai juga!” Silahkan main-main di telaga di bawah air terjun setinggi 75 meter itu. Pasti deh bakal terasa lapar dan kamu bisa buka bekal. Jangan lupa, bawa kembali sampah kamu ya.
Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Wisata Sumatera, Sumatera Utara, Gunung Sibayak, Pulau Sempu, air terjun, wisata alam, alami,
Jagung bakar di kawasan Sibolangit, Sumatera Utara. Flickr.com/Drriss

Cara ke Air Terjun Dua Warna

Air Terjun Dua Warna berada di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dari Medan, air terjun ini bisa dicapai sekitar 2 jam perjalanan. Kalau naik kendaraan umum, pilih saja ‘ Sinabung’ jurusan Berastagi. Ongkosnya sekitar Rp10 ribu (tahun 2013), sampai kamu turun di Bumi Perkemahan Sibolangit. Udaranya sejuk, maklum di dataran tinggi. Makanya, banyak yang jual jagung bakar. Buat ngangetin badan, gitu. (wego). 
 

Wisata Sumatera Barat "Bukit Langkisau"

Sumatera Barat tak cuma punya Bukittinggi dengan jam gadangnya yang ikonik. Tapi Painan pun tak kalah memukau. Ada Bukit Langkisau, tempat orang-orang merasa dipeluk angin saat duduk santai, hingga kaki seperti terpatri dan malas bergerak lagi.
Bukit Langkisau terletak dekat Kota Painan, Sumatera Barat. Bukit itu, bersama Pincuran Boga terletak mengelilingi Kota Painan. Tak heran, Painan seperti dibelai angin. Dari puncak bukit, angin yang mendesau ini jadi modal kejuaran paralayang. Tahun ini, Kejuaran Paragliding Trip of Indonesia digelar dalam rangka memeriahkan Festival Langkisau 2014.
Bukit Langkisau, wisata sumatra, Painan, paralayang, wisata pantai, wisata alam, liburan alami, alam, backpacker sumatera,
Atlet paralayang beraksi di udara usai lepas landas dari puncak Bukit Langkisau, Painan, Sumatera Barat. Pemandangan cantik ini bisa Anda dapatkan dari Puncak Bukit Langkisau. ANTARAFOTO/Maril Gafur
Saat tak ada kejuaraan, langit biru Painan sesekali masih dihiasi parasut berwarna-warni cerah. Yang amatir, atau bahkan belum pernah mencoba sama sekali, bisa coba paralayang tandem dari puncak Bukit Langkisau. Jika nyali tak mencukupi, kegiatan mendokumentasikan lanskap yang memikat pun jamak dilakukan di sini. Apalagi jika punya waktu, sempatkan hingga surya tenggelam. Momen sunset-nya bisa membuat Anda menahan napas sesaat. Duduk-duduk di Bukit Langkisau pun terasa cukup menyegarkan jiwa.
Perjalanan dari Kota Painan ke Bukit Langkisau akan melewati jalanan mendaki yang berliku. Sesekali, birunya laut seperti mengintip di antara banyaknya pohon rimbun. Tak lama, sekitar 20 menit saja.
Adapun Painan bukanlah kota yang baru lahir. Surau berdiri di sini lebih dulu satu abad sebelum Belanda menancapkan kekuasaan. Perjanjian Painan 1663 ialah pintu masuk Belanda buka kantor di Painan, tepatnya di Pulau Cingkuk. Perjanjian itu juga yang mewajibkan para pemimpin adat di pesisir Sumatera Barat menyuplai lada untuk para pedagang Belanda. Karena itu, Cingkuk sempat cemerlang sebagai salah satu pelabuhan internasional. Kini tak banyak sisa kejayaan masa silam, tinggal benteng Belanda yang bertahan. (wego).
# Melihat Painan bisa dilakukan dari Padang, dengan melintasi jalan darat sekitar dua jam.
 
 
Support : Creating Website | Johny Template |
Copyright © 2014. Backpacker,Liburan, Wisata, Tiket Online, Tiket Promo, Air Asia, Lion Air, Garuda, Sriwijaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Muhadis
Proudly powered by Blogger