Yuk, berburu oleh-oleh khas Lombok

Datang ke Gili Trawangan, main ke Tetebatu atau pelesir ke Danau Segara Anak belumlah komplet kalau belum membawa oleh-oleh khas Lombok. Yang penasaran sama oleh-oleh ‘wajib beli’ dari Pulau Seribu Masjid tersebut, simak nih daftar berikut.

Gerabah Banyumulek

Tangan seorang perempuan menunjukkan salah satu jenis gerabah khas Lombok di Desa Banyumulek, Lombok Barat, NTB, Minggu (23/3). Gerabah yang merupakan salah satu produk unggulan khas Pulau Lombok tersebut, sudah ekspor hingga Australia, Amerika dan Eropa. ANTARA FOTO/Eric Ireng/ss/pd/14
Gerabah Banyumulek. Foto: Antara/Eric Ireng
Ini dia nih gerabah unggulan dari Lombok. Sentra penjualannya ada di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Begitu kamu melangkah masuk melewati gapura desa, bertaburan art shop yang bisa dipilih untuk membeli berbagai ukuran dan model gerabah.
Pengen punya oleh-oleh gerabah yang ga ada duanya? Sentra gerabah Banyumulek juga punya kursus kilat membuat gerabah dari nol, dari masih berupa bahan baku tanah liat yang berasal dari Gunung Sasak. Nah, kalau sudah jadi gerabahnya, kamu boleh hias deh sesuai selera. Bisa dikasih nama juga.
Di luar negeri, gerabah unggulan Lombok ini sudah cukup populer. Aneka tembikar berbentuk periuk, anglo, wajan, dan kuali sudah menjadi langganan ekspor antara lain ke Australia, Amerika, dan Eropa.

Tenun Sasak

Seorang perempuan tua memintal benang untuk kain tenun, di Kampung Tradisional Suku Sasak, Desa Sade, Lombok, NTB, Minggu (23/3). Kampung tradisonal Suku Sasak yang berada di Desa Sade tersebut, tetap dipertahankan keaslian budaya dan model rumah adatnya, sebagai produk unggulan di bidang pariwisata di Pulau Lombok. ANTARA FOTO/Eric Ireng/ss/pd/14
Tenun Sasak. Foto: Antara/Eric Ireng.
Tenunan Suku Sasak menjadi primadona oleh-oleh buat wisatawan mancanegara. Motifnya yang unik dan indah biasa menjadi dekorasi dinding yang mewah. Harga sehelai kain tenun bervariasi, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah tergantung ukuran dan kerumitan pembuatan.
Nah, untuk menemukan sentra penjualan tenun, kamu bisa berkunjung ke kampung tradisional yang masih mempertahankan keaslian budaya Suku Sasak. Salah satunya adalah Desa Sade yang terletak di tepi jalan raya menuju Pantai Kuta atau sekitar 5 kilometer dari Bandara Internasional Lombok. Selain itu ada Desa Sukarara dan Batu Jangkih yang juga berada di Kecamatan Pujut Lombok Tengah.
Di ketiga desa tersebut, masyarakat masih memintal benang secara tradisional dan kamu juga bisa melihat-lihat budaya dan model rumah adat masyarakat setempat. Bangunan yang ada masih sangat tradisional, terbuat dari kayu dan bambu serta beratapkan ijuk.

Mutiara

Budidaya mutiara di Lombok Timur. Foto: Antara/Eric Ireng
Belanja mutiara, Lombok tempatnya. Pulau ini memang salah satu penghasil mutiara yang terbesar. Sentra penjualan yang terkenal di kalangan wisatawan namanya Sekarbela, desa yang berjarak 4 kilometer dari Mataram.  Toko mutiara bertaburan di sepanjang Jalan Sultan Kaharudin, dari toko-toko itulah kamu bisa memilih aneka gelang, kalung, anting, aksesori baju yang serba mutiara. Untuk memudahkan transaksi, sebagian besar toko melayani pembayaran dengan kartu kredit dan dollar.wego.
Previous
Next Post »