Backpacker Sumatra : Kepulauan Anambas


Kabupaten Kepulauan Anambas adalah salah satu wilayah kabupaten  termuda di Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Kepulauan Anambas mempunyai asset wisata alam terutama bahari yang amat mempesona. Kekayaan inilah yang akan merubah Kabupatan Kepulauan Anambas menjadi konservasi Taman Laut Dunia untuk masa dating. Hampir seluruh wilayah perairan Kabupaten kepulauan Anambas menjadi surge laut yang mempunyai luas mencapai 46.667 km2.


Anambas adalah surga yang hilang. Itu mungkin kata yang paling tepat untuk mengungkapkan pesona yang tersimpan di dalamnya. Namun tak seorangpun mampu menjamah keasriannya karena berada di ujung Indonesia.

Berada di daerah perbatasan membuat daerah-daerah ini benar-benar masih alami dan belum mengalami perubahan sejak alam mengukir kepribadiannya. Salah satu keindahan Anambas adalah Desa Temburun. Ia tersimpan di sudut perkampungan nelayan yang dihuni oleh sedikit manusia saja.

Tak lebih dari 50 rumah yang mengisi tepi-tepi pantai di pinggir laut Desa Temburun. Penduduk yang ramah, membuat para pengunjung akan selalu tersenyum bahagia jika berpapasan dengan mereka. Namun sayang tak banyak orang yang mau berkunjung ke tempat terpencil ini.

Di sudut timur Pulau Siantan, Kab Kepulauan Anambas, Air Terjun Temburun menembus bebatuan gunung lalu menerjang hutan dan jatuh tersungkur di atas lautan Anambas. Air segar bercampur dengan Laut, memancing ikan-ikan untuk merasakan sejuknya air gunung. Ikan-ikan besar pun mencoba untuk menarik perhatian pengunjung dengan berenang kesana-kemari di muaranya. Ikan-ikan yang banyak dan berwarna warni tak menggoda pengunjung atau para nelayan untuk menangkapnya, karena begitu melimpahnya kekayaan bahari di Anambas.

Walau ikan-ikan ditangkap tiap hariya oleh nelayan nampaknya tak akan habis, bahkan orang-orang dari negeri seberang mencoba untuk ikut merasakan kekayaan alam kita. Tak heran banyak kapal-kapal Vietnam atau Malaysia yang ditangkap dan dilelang oleh TNI AL untuk para nelayan Indonesia.

Ikan adalah makanan pokok penduduk selain nasi. Di sini seolah warung seafood terbesar, karena penduduk selalu menyajikan makanan laut tiap harinya, tak heran penduduk yang bersekolah di luar daerah –karena minimnya pendidikan di sini– memiliki prestasi pendidikan yang lebih. Bahkan orang-orang yang mengisi kantung-kantung pemerintahan pun, sebagian besar berasal dari warga pribumi. Mungkin benar orang Jepang pintar gara-gara makan ikan.

Air Terjun Temburun, adalah air terjun yang berundak-undak dengan landasan batu cadas yang terkikis oleh aliran air sungai. Air terjun menukik tajam menuju lautan. Dari atas bukit nampak lautan, dilingkupi dengan pulau-pulau yang menyembul dari dalam lautan membentuk jajaran serupa gunung-gunung mini menghijau yang mengambang di atas air. Di sisi-sisi sungai dilingkupi dengan hutan belantara yang masih asli, dihuni oleh hewan-hewan khas pulau.

Temburun hanya beberapa kilometer saja dari pusat kota mini Tarempa, Ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas. Mungkin Anda hanya beberapa menit saja menggapai tempat ini jika jalannya telah beraspal serupa jalan Pantura. Namun anda harus siap berjam-jam berperang dengan sulitnya jalan setapak berlubang-lubang dan berlandaskan tanah liat.


Jika tak waspada mungkin anda terperosok ke jurang terjal. Hanya motor dan pengendara yang lihai yang mampu melewati jalan-jalan di sini. Namun Pemerintah Daerah nampaknya tak tinggal diam melihat harta karunnya tersembunyi begitu saja tanpa ada yang mengetahuinya. Pembangunan infrastruktur terus dibangun satu demi satu sejak Kabupaten Kepulauan Anambas ini muncul di peta Indonesia 5 tahun yang lalu.

Sejak mandiri dari Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dia ingin menampakkan jati dirinya di mata penduduk Indonesia dan penduduk dunia. Turis-turis Indonesia maupun luar negeri pun mulai berdatangan. Sering pula orang-orang asing ikut mencicipi telur penyu atau krupuk atom, makanan ajaib yang hanya ditemukan di Kepulauan Anambas. travel.detik.
Previous
Next Post »