Lion Air Bisa Dikenai Sanksi Larangan Ekspansi


Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Harry Bakti Gumay, mengatakan, ada beberapa sanksi yang akan diberikan kepada maskapai Lion Air jika  terbukti insiden atau kecelakaan yang terjadi disebabkan pihak maskapai. 

"Kami tidak bisa mendahului karena penyebab insiden Lion Air belum diketahui. Tapi, sanksi bisa berupa teguran tertulis, ada juga yang kita grounded kalau sudah parah," kata dia di Kementerian Perhubungan, Senin, 15 April 2013.

Sanksi yang sudah diberikan sejauh ini, kata Harry, berupa preventive grounded bagi pilot pesawat Boeing 737-800, Mahlup Ghozali. Selain teguran tertulis, Harry mengatakan sanksi yang mungkin diberikan adalah larangan bagi maskapai untuk berkembang. Misalnya, maskapai tersebut dilarang melakukan penambahan rute dan penambahan pesawat. "Ini selain pencabutan license," katanya.

Harry mengakui sanksi yang selama ini diberlakukan kurang efektif. Kementerian Perhubungan saat ini, tengah mengajukan aturan yang memuat sanksi berupa pengenaan denda kepada maskapai yang terbukti melakukan kesalahan dalam prosedur operasional. "Memang paling efektif denda, karena bisa menguras kas maskapai. Bangkrut dia lama-lama. Di Amerika juga diberlakukan seperti ini," katanya.

Kementerian Perhubungan belum bisa memastikan kapan pengajuan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur sanksi berupa denda ini akan dikeluarkan. "Masih dalam tahap pengajuan, kita tunggu saja," katanya.

Mengenai kemungkinan memberikan sanksi pada PT Lion Air, Harry mengatakan Kementerian Perhubungan akan menunggu hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab dari insiden jatuhnya pesawat Boeing 737-800 tersebut. "Kita tidak bisa berandai-andai mau memberikan sanksi apa, tunggu saja dulu hasilnya seperti apa," katanya.

Pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Bandung-Denpasar mengalami kecelakaan di sisi landasan pacu (runway) Bandara Ngurah Rai, Bali kemarin. Pesawat tersebut mengalami patah di bagian ekor, dan masuk ke air.

Pesawat Boeing 737-800 ini dijadwalkan tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 15.16 WITA. Namun pesawat mengalami kecelakaan pada 15.10 WITA. Saat ini, pesawat yang mengalami kecelakaan di ujung runway bandara itu masih menjalani proses evakuasi. Pesawat tersebut mengangkut 108 penumpang. tempo.co.

ANANDA TERESIA
Previous
Next Post »