Hostel, Solusi Hemat Saat Backpacker


Biaya melancong di luar negeri bisa ditekan dengan berhemat di urusan akomodasi. Apalagi, jika saat melancong, hanya Anda membutuhkan tempat untuk sekadar bermalam. 


Sehingga, menginap di hostel, bisa menjadi pilihan tepat untuk Anda. Ada beberapa jenis hostel. Ada yang berupa kamar tipe dorm atau model seperti asrama dengan ranjang bertingkat dan Anda harus berbagi kamar dengan para tamu hostel lainnya. Jenis ini biasa dipilih oleh para backpacker. Ada pula yang menyediakan kamar privat, tak dicampur dengan tamu lainnya. 

Ada banyak keuntungan saat menginap di hostel selain harganya yang murah. Memang tak semua orang terbiasa menginap di hostel. Tetapi pertimbangkan hal-hal berikut sebagai alasan Anda memilih hostel. 

Murah. Urusan harga sudah pasti menjadi alasan utama memilih hostel. Anda tinggal pilih tipe kamar model asrama yang harus bercampur dengan tamu-tamu lain atau kamar yang privat. 

Tentu kamar privat harganya lebih mahal dibanding model asrama. Kamar mandi tersedia biasanya untuk ramai-ramai, namun ada pula yang privat. Hostel di Tokyo, salah satu kota termahal di dunia, bisa Anda inapi dengan tarif sekitar Rp 300.000. Di New York dan Paris bahkan tersedia hostel dengan tarif Rp 200.000.

Lokasi yang strategis. Sebagian besar hostel-hostel di dunia, terutama hostel favorit, berada di lokasi yang strategis. Umumnya, berada di pusat kota atau minimal dekat dengan terminal ataupun stasiun

Jarang ada hostel yang berada di daerah terpencil. Biasanya hostel-hostel favorit berada di area yang mudah dijangkau dengan transportasi umum. Sehingga mudah dicari maupun perjalanan dari hostel ke tempat-tempat wisata jadi pun lebih mudah.  

Fasilitas lengkap. Jangan salah, sudah banyak hostel yang menyediakan fasilitas lengkap layaknya hotel berbintang. Sebut saja seperti akses internet gratis, ruangan perpustakaan lengkap dengan buku, kedai kecil, ruangan televisi, bahkan dapur. 

Dapur yang lengkap. Beberapa hostel biasa menyediakan dapur yang bisa dipakai oleh tamu dengan gratis. Bahkan dapur ini tak hanya dilengkapi dengan kompor, tetapi juga peralatan memasak. 

Kadang, pelancong harus berhemat dengan memasak makanannya sendiri. Dapur hostel pun bisa digunakan untuk menghemat bujet makan. Atau, sekedar masak karena rindu masakan kampung halaman, minimal masak nasi saat melancong di Eropa. Tentu, fasilitas dapur seperti ini tidak akan Anda dapatkan di hotel berbintang. 

Bangunan yang unik. Sebagian besar hostel menempati bangunan yang tak lazim. Jarang ada hostel yang memang bangunannya sejak awal dibangun untuk dijadikan hostel. 

Biasanya hostel menempati sebuah ruko yang dijadikan hostel atau rumah tua. Bahkan ada rumah pohon dan kastil yang dijadikan hostel. Beberapa hostel juga didesain dengan unik dan penuh warna. 

Tidak kaku. Namanya juga hostel, suasananya pun sangat nyaman dan rumahan. Jauh dari kesan kaku dan formal. Tak ada aturan, misalnya, harus mengenakan sepatu saat sarapan layaknya di hotel bisnis berbintang.  

Informasi wisata yang lengkap. Hostel biasanya dilengkapi dengan informasi wisata yang lengkap. Seperti obyek-obyek wisata terdekat dari hostel sampai cara menempuh ke tempat tersebut.

Juga beberapa hostel melengkapi informasi dengan peta kota setempat sampai rute dan jadwal angkutan umum. Petugas hostel juga biasanya memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai area sekitar hostel.

Mulai dari berbagai aktivitas wisata yang bisa dilakukan, tempat makan, dan cara mudah menjangkau tempat-tempat tersebut. Bagaimanapun, petugas hostel umumnya memang warga setempat yang sudah sangat mengetahui seluk beluk kota tersebut.

Tambah teman. Hostel tempat berkumpulnya backpacker seluruh dunia. Di saat menginap di hostel, usahakan untuk berkenalan dan mengobrol dengan tamu hostel lainnya. Anda akan menambah teman dan pengalaman baru.

Para backpacker ini tak segan-segan berbagi pengetahuan mengenai melancong ke berbagai negara. Beberapa hostel malah sengaja mengadakan acara bersama untuk mengakrabkan para tamu. travel.kompas.
Previous
Next Post »