Travel Lads: Mengurangi Jejak Karbon Saat Berpuasa

Puasa tentu  tidak menurunkan semangat travel lads untuk jalan-jalan atau bepergian, kan? Walau porsi jalan-jalannya dikurangi (bisa dengan memilih short route  atau short duration) semangat jalan-jalan harus tetap membara!
Metode jalan-jalan yang tepat, misalnya dengan short route atau short duration, selain tidak terlalu membebani tubuh yang berpuasa secara tidak langsung kamu sudah mengurangi jejak karbon harianmu. Makan buah dan sayur saat sahur atau berbuka juga memiliki dampak yang sama. Bukankah menyayangi lingkungan dan tubuh juga bagian dari iman? Memang kenapa sih saat puasa bisa mengurangi jejak karbon? Dan kenapa jejak karbon harus dikurangi?
Metode jalan-jalan yang tepat dapat mengurangi beban tubuh saat berpuasa sekaligus mengurangi jejak karbon.
Metode jalan-jalan yang tepat dapat mengurangi beban tubuh saat berpuasa sekaligus mengurangi jejak karbon.

Apa Itu Jejak Karbon?

Jejak karbon adalah jumlah emisi karbon yang dilepaskan oleh pribadi atau kelompok dalam melakukan kegiatan. Emisi karbon (CO2) yang kita hasilkan berasal dari berbagai aktifitas sehari-hari seperti penyalaan lampu dan peralatan listrik, pola makan dan cara bepergian. Jejak karbon yang berlebih akan membuat pemanasan global menjadi-jadi.
Jika pengaturan penyalaan listrik sudah biasa travel lads lakukan, di bulan puasa ini travel lads bisa mengatur cara bepergian dan asupan makanan untuk mengurangi jejak karbon.

Simple Way to Reduce Carbon Footprint During Ramadhan

1.       Pilihlah rute perjalanan atau durasi perjalanan yang singkat namun berkesan! 
2.       Makan sayur-buah saat sahur dan berbuka.
Memilih rute perjalanan singkat atau durasi perjalanan yang singkat akan menghemat banyak energi. Sementara, mengkonsumsi sayur-buah juga menghemat energi karena proses perkebunan tidak serumit peternakan. Dua cara ini adalah cara sederhana yang bisa travel lads lakukan untuk mengurangi jejak karbon. Nah, selain sehat untuk lingkungan, makan sayur-buah saat sahur dan berbuka juga sehat untuk tubuh, lho. Nah, kalau rute singkat sekaligus bisa mencicipi segarnya buah-buahan, beberapa tempat yang bisa dikunjungi antara lain Taman Buah Mekar Sari di Bogor,  Taman Stroberi di Lembang, Bandung, Wisata Petik Apel di Batu Malang, dan masih banyak lagi.
Taman Buah Mekar Sari di Bogor. Lokasi jalan-jalan yang edukatif dan menyehatkan, karena bisa makan buah segar sepuasnya ^^ (foto: www.potlot-adventure.com)
Taman Buah Mekar Sari di Bogor. Lokasi jalan-jalan yang edukatif dan menyehatkan, karena bisa makan buah segar sepuasnya ^^ (foto: www.potlot-adventure.com)

Kenapa Sayur dan Buah?

Sederhana, karena sayur-buah adalah sumber dari enzim alami yang bermanfaat untuk menjaga kehidupan sel-sel tubuh. Mengkonsumsi sayur-buah saat sahur dan berbuka akan menjaga sel-sel tubuh tetap hidup dan memberi asupan energi yang cukup ketika berpuasa. Lain halnya dengan makanan miskin enzim seperti makanan yang overcooked, makanan awetan atau makanan yang diberi pemanis buatan. Menyantap makanan miskin enzim justru akan membuat tubuh semakin lemas. Parahnya lagi, makan makanan miskin enzim juga akan memperpendek usia organ-organ tubuh. Serem, ya?
Sebagai sumber air, makan buah dan sayur dapat mengurangi risiko dehidrasi saat berpuasa dan pastinya dapat mengurangi jejak karbon juga.
Sebagai sumber air, makan buah dan sayur dapat mengurangi risiko dehidrasi saat berpuasa dan pastinya dapat mengurangi jejak karbon juga.
Di bulan puasa ini ada baiknya mencoba makan makanan yang kaya enzim alami. Selain kaya enzim, buah segar merupakan sumber air, nutrisi dan mineral yang baik untuk tubuh. Konsumsilah buah-sayur dalam keadaan bersih, matang sempurna dan tidak dimasak berlebihan supaya hasilnya maksimal. Untuk mengetahui lebih banyak tentang konsumsi sayur-buah terutama saat puasa.
Ternyata, selain baik untuk lingkungan, makan buah-sayur juga baik untuk tubuh, kan?
jelajah.valadoo.com
Previous
Next Post »