Candi Laras, Banjarmasin, Indonesia

Candi Laras adalah candi berukuran kecil yang terdapat di Kecamatan Candi Laras Selatan, Tapin, Kalimantan Selatan sekitar 30 kilo meter dari Kota Rantau yang dinamakan oleh penduduk dengan sebutan Tanah Tinggi. .Lokasinya pun terletak di sebuah pematang yang dikelilingi persawahan warga sekitar. Letak candi ini tidak berada pada lokasi yang strategi dan diperkirakan merupakan candi kenegaraan dengan maksud-maksud tertentu.
Secara fisik, bangunannya berupa sumur tua dan terdapat beberapa batang kayu ulin besar yang berumur ratusan tahun yang tertanam tidak jauh dari sumur tersebut. Selain itu, ada dua buah batu besar yang oleh warga sekitar disebut Batu Babi.

Pada situs candi ini ditemukan potongan-potongan arca Batara Guru yang sedang memegang cupu, lembu Nandini dan Lingga, yang semuanya disimpan di Museum Lambung Mang kurat, Banjarbaru.

Dalam kawasan yang berdekatan dengan Candi Laras, di daerah Sungai Amas terdapat arca Budha Dipankara dan batu yang bertuliskan "siddha" dengan aksara Pallawa, atau lebih lengkapnya "jaya siddha yatra" yang artinya "perjalanan ziarah yang mendapat berkat". Berdasarkan penemuan benda arkeologi, situs ini dari abad ke-8 atau ke-9. Situs purbakala Candi Laras ini diperkirakan dibangun pada 1300 Masehi oleh Jimutawahana, keturunan Dapunta Hyang dari kerajaan Sriwijaya. Jimutawahana inilah yang diperkirakan sebagai nenek moyang warga Tapin.

Akses ke Candi Larastransport

Untuk dapat pergi mengunjungi candi Laras, kamu harus menggunakan sampan atau warga sekitar menyebutnya dengan Jukung atau Kelotok, dikarenakan tidak adanya jalan darat yang menghubungkan antara lokasi Candi Laras dengan desa sekitar meskipun jaraknya hanya satu kilo meter antara candi Laras dengan Desa sekitar.
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments